YOGYAKARTA
DAN MALANG
Oleh:
LAILATUL ROHMAH
FATMA NURAINI
ANIK MUKAROMAH
INDRI NURHASANAH
XI-IPA
MADRASAH
ALIYAH NEGRI PESANGGARAN
JL.H.ICHSAN
PO BOX 237 KESILIR SILIRAGUNG
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,
rasa syukur kami ucapkan kepada Allah SWT, karena atas limpahan berkah dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan karya tulis kami dengan judul “Laporan Study Tour di Yogyakarta”. Penulisan
karya tulis hasil study tour kami ini, adalah sebagai bukti atas
kegiatan belajar kami di Surabaya dan Yogyakarta. Sebagai salah satu syarat
kami untuk syarat penerimaan rapot kelas XI.
Dalam kegiatan study tour ini, ada beberapa tempat sasaran yang
kitadatangi. Tempat-tempat tersebut antara lain :UIN
MALANG(Universitas islam negeri maulana malik ibrahim Malang),Candi
Borobudur,Candi Prambanan,Mallioboro,Keraton Ngayogyakarta,Musium
Dirgantara,Ziarah Makam Gusdur,Ansors Silver,Pasar besar Malang.
Kami menggali informasi dan
mengumpulkan data-data untuk karyatulis kami ini melalui penjelasan dari
narasumber, melalui dokumen yang telah disiapkan dan ditunjukkan/diberikan
kepada kami, yang masih dalam bentuk software.
Kami
ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak
yang telah membantu kami, mulai dari awal sebelum kegiatan kami
berlangsung, hingga kami pulang kembali kerumah dalam keadaan sehat.
Pihak-pihak tersebut antara lain:
1. kepala MAN
Pesanggaran kami, yakni Bapak Saeroji yang telah mendukung kegiatan kami dari
awal hingga akhir,
2. panitia, yang telah
mengatur jalannya kegiatan kami hingga berakhir dengan sukses,
3. Bapak dan Ibu guru,
yang telah mendampingi sekaligus turut menjaga kondisi fisik kami, sehingga
kami dapat pulang dalam keadaan sehat,
Dengan adanya karya tulis ini, kami
berharap supaya ada manfaat yang dapat
diambil dan dipetik oleh pembaca, dan terpenuhinya salah satu syarat
untukpenerimaan rapot kelas XI.ipa 1
Siliragung,
27 November 2014
Penulis
DAFTAR ISI
I Halaman
judul......................................................................................................
II Lembar
pengesahan.........................................................................................
II Kata pengantar.................................................................................................
Daftar isi.................................................................................................................
Daftar tabel dan gambar......................................................................................
BAB I
1.1
Pendahuluan............................................................................................................
1.1Latar Belakang...................................................................
1.2Perumusan Masalah...........................................................
1.3Manfaat
Penulisan..............................................................
BAB I I
2.1 Pembahasan
2.1 Candi Borobudur........................................................................
2.2 Malioboro
mall...........................................................................
2.3 Keraton
Yogyakarta.................................................................
2.4 Museum
Dirgantara..................................................................
2.5 HS Silver.....................................................................................
2.6 Berbelanja di Pasar Candi Prambanan..................................
2.7 Ziarah Makam Gus Dur ..........................................................
2.8 UIN Malang................................................................................
2.2 Kesimpulan
2.3 Saran
BAB III
3.1 Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………
3.2 Lampiran-lampiran…………………………………………………………………………………………
BAB I
1.1 Pendahuluan
1.1
latar belakang
Kegiatan
study tour bukanlah hanya sebuah Rekreasi semata melainkan sebuah perjalanan
yang di lakukan dengan tujuan untuk pengajaran terhadap siswa-siswa agar
memperoleh suatu ilmu yang sebelumnya belum di daperoleh para siswa dan nantinya akan bermanfaat.
Yogyakarta
adalah tempat yang tepat sebagai sarana kunjungan untuk study tour,
karena di kota gudeg ini banyak tempat-tempat bersejarah dan juga
kebudayaan tradisi yang masih sangat kental, sehingga siswa akan dapat belajar
banyak hal di kotaini.
Dalam kaitannya dengan kegiatan ini, siswa di harapkan dapat
tanggap dengan objek-objek yang di amati selama study tour berlangsung
dengan tujuan agar mempermudah siswa dalam menulis laporan kegiatan study
tour.
Dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, tempat kerajinan, dan
sebuah Universitas di Surabaya, kami memperoleh suatu pengalaman dan
pengetahuan baru yang semoga nantinya akan memberikan dampak positif bagi kami
semua. Amin...
1.2
Tujuan
Penulisan
1.2.1
Tujuan umum
Ø
mengetahui lebih
banyak tentang kota Yogyakarta dan untuk syarat penerimaan rapot
kelas XI.
1.2.2
Tujuan khusus
Ø
agar siswa dapat mengetahui kampus UIN dan sejarahnya,fakultas-fakultas dan lain-lain
Ø
agar siswa
mengetahui letak pasar malioboro
Ø
agar siswa
mengetahui tentang pembuatan kerajinan silver(perak) dan bagaimana cara
pemasarannya.
Ø
agar siswa
mengenal sejarah candi Borobudur.
Ø agar siswa dapat
mengetahui sejarah candi prambanan dan mengetahui letak pasar yang ada di
dalamnya.
Ø agar siswa dapat
tergugah semangat kerohaniannya dalam berziarah ke makam gus dur
Ø agar siswa dapat
mengetahui sejarah pesawat yang ada di Indonesia
Ø agar siswa dapat
mengetahui letak dan sejarah keraton Yogyakarta
Ø agar siswa dapat
mengetahui letak pasar besar Malang
Ø
1.3
ManfaatPenulisan
Ø
Siswa mengetahui
sejarah kampus UIN,
falkutas-falkutas dan lain-lain
Ø
Siswa mengetahui
letak pasar malioboro
Ø
Siswa mengetahui
tentang cara membuat kerajinan dari silver
Ø
Siswa mengenal
sejarah candi Borobudur.
Ø
siswa mengenal sejarah candi Prambanan
Ø
siswa dapat memiliki jiwa kerohanian yang kuat
Ø
siswa mengetahui sejarah pesawat yang ada di
Indonesia
Ø
siswa mengetahui sejarah dan letak keraton
Yogyakarta
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan ini telah disetujui pada:
Hari :........................................
Tanggal :........................................
Siragung,
januari 2015
Mengetahui
Kepala MAN pesanggaran Wali kelas
Drs. H. Saeroji M.Pd.I, M.AG Fhrurrozi,
SS
BAB II
2.1
Pembahasan
I..1 CANDI
BOROBUDUR
Kami mulai melakukan perjalanan study tour yaitu pada jam 13.00.dan
tujuan utama kami adalah candi Borobudur,dalam semalaman kami hanya melakukan
aktivitas berupa tidur dan pagi harinya kami langsung meluncur menuju
Yogyakarta,dan langsung menuju ke Borobudur.kami sampai disana pada pukul 12.00
pada hari kedua.disana kami menikmati pemandangan yang ada dan berbelanja
sepuasnya didalamnya.kami merasa sangat senang sekali.
Sejarah Candi Borobudur
Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang
lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah
barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau
kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di
dunia. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang
diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan
2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha Borobudur memiliki koleksi
relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia Stupa utama terbesar teletak di
tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan
melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk
bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra
mudra (memutar roda dharma).Monumen ini merupakan model alam semesta dan
dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai
tempat ziarah untuk menuntun umat manusia
beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai
ajaran Buddha.[5] Para peziarah masuk melalui
sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan
suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga
tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam
perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga
dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada
dinding dan pagar langkan.
Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada
abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta
mulai masuknya pengaruh Islam.Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini
sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu
menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami
serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar
pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah
Republik Indonesia
dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini
masuk dalam daftar Situs
Warisan Dunia.Borobudur
kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat
Buddha
yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk
memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata
tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.
I.1.2
MALLIOBORO MALL
Setelah dari Borobudur,kami melanjutkan perjalanan menuju
Mallioboro mall sekitar pukul 17.58.Guru pembimbing memberikan waktu kepada
kami sekitaran 2 jam untuk berbelanja.sayangnya ketika masih berbelanja dalam
kurun waktu 1,5 jam,guru-guru menyuruh kami untuk kembali,karena waktu sudah
malam dan kebetulan gerimis turun.dengan perasaan agak sedikit puas kami
kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan menuju Hotel Amartha,untuk menginap
semalam.
Sejarah Mallioboro Mall
Berasal
dari bahasa Sansekerta yang berarti karangan bunga, Malioboro menjadi kembang
yang pesonanya mampu menarik wisatawan. Tak hanya sarat kisah dan kenangan,
Malioboro juga menjadi surga cinderamata di jantung Kota Jogja.dalam mallioboro kita dapat memanjakan diri untuk
berbelanja dan menikmati indahnya malam hari dengan melihat berbagai
pertunjukan yang ada di sana.banyak sekali orang-orang yang menggantungkan
nafkahnya di sana,mulai dari pekerjaan berjualan(,alroji,baju,batu akik,jasa
peramal,makanan,dll),pertunjukan,dan lain-lain.
I.1.3 KERATON NGAYOGYAKARTA
Setelah semalam menginap di hotel,pagi-pagi sekali kami
melanjutkan perjalanan menuju ke Keraton Ngayogyakarta.kami berangkat dengan
keadaan yang masih fress,kami tiba disana sekitar pukul 09.00.seperti biasanya
kami diberikan waktu sekitar 2,5 jam untuk belajar tentang sejarah keraton dan
berbelanja di daerah sekitarnya.dan setelah waktu berakhir kami pun langsung
beranjak menuju bus untuk melakukan perjalanan.
Sejarah
keraton Ngayogyakarta
Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I
pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah
pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk
istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang
akan dimakamkan di Imogiri..
Dahulu
bagian utama istana, dari utara keselatan, dimulai dari Gapura Gladhag di utara
sampai di Plengkung Nirboyo di selatan. Bagian-bagian utama keraton Yogyakarta
dari utara ke selatan adalah: Gapura Gladag-Pangurakan; Kompleks Alun-alun Ler
(Lapangan Utara) dan Mesjid Gedhe (Masjid Raya Kerajaan); Kompleks Pagelaran,
Kompleks Siti Hinggil Ler, Kompleks Kamandhungan Ler; Kompleks Sri Manganti;
Kompleks Kedhaton; Kompleks Kamagangan; Kompleks Kamandhungan Kidul; Kompleks
Siti Hinggil Kidul (sekarang disebut Sasana Hinggil); serta Alun-alun Kidul
(Lapangan Selatan) dan Plengkung Nirbaya yang biasa disebut Plengkung Gadhing.
Bagian-bagian
sebelah utara Kedhaton dengan sebelah selatannya boleh dikatakan simetris.
Sebagian besar bagunan di utara Kompleks Kedhaton menghadap arah utara dan di
sebelah selatan Kompleks Kedhaton menghadap ke selatan. Di daerah Kedhaton
sendiri bangunan kebanyakan menghadap timur atau barat. Namun demikian ada
bangunan yang menghadap ke arah yang lain.
Permukaan
atap joglo berupa trapesium. Bahannya terbuat dari sirap, genting tanah, maupun
seng dan biasanya berwarna merah atau kelabu. Atap tersebut ditopang oleh tiang
utama yang di sebut dengan Soko Guru yang berada di tengah bangunan,
serta tiang-tiang lainnya. Tiang-tiang bangunan biasanya berwarna hijau gelap
atau hitam dengan ornamen berwarna kuning, hijau muda, merah, dan emas maupun
yang lain. Untuk bagian bangunan lainnya yang terbuat dari kayu memiliki warna
senada dengan warna pada tiang. Pada bangunan tertentu (misal Manguntur
Tangkil) memiliki ornamen Putri Mirong, stilasi dari kaligrafi Allah, Muhammad, dan Alif Lam Mim Ra, di tengah
tiangnya.
Pada
zamannya kereta kuda merupakan alat transportasi penting bagi masyarakat tak
terkecuali Keraton Yogyakarta. Keraton Yogyakarta memiliki bermacam kereta kuda
mulai dari kereta untuk bersantai dalam acara non formal sampai kereta
kebesaran yang digunakan secara resmi oleh raja.
Beberapa
pusaka, khususnya keris, juga digunakan sebagai penanda/simbol jabatan orang
yang memakainya.
Keraton
Yogyakarta atau dalam bahasa aslinya Karaton Kasultanan Ngayogyakarta
merupakan tempat tinggal resmi para Sultan yang bertahta di Kesultanan
Yogyakarta. Karaton artinya tempat dimana "Ratu" (bahasa Jawa yang
dalam bahasa Indonesia berarti Raja) bersemayam. Dalam kata lain Keraton/Karaton
(bentuk singkat dari Ke-ratu-an/Ka-ratu-an) merupakan tempat kediaman
resmi/Istana para Raja. Artinya yang sama juga ditunjukkan dengan kata Kedaton.
Kata Kedaton (bentuk singkat dari Ke-datu-an/Ka-datu-an) berasal dari kata
"Datu" yang dalam bahasa Indonesia berarti Raja.
Tugu
golong gilig (tugu Yogyakarta) yang menjadi batas utara kota tua menjadi simbol
"manunggaling kawulo gusti" bersatunya antara raja (golong)
dan rakyat (gilig). Simbol ini juga dapat dilihat dari segi mistis yaitu
persatuan antara khalik (Sang Pencipta) dan makhluk (ciptaan). Sri Manganti
berarti Raja sedang menanti atau menanti sang Raja.
Pintu
Gerbang Donopratopo berarti "seseorang yang baik selalu memberikan kepada
orang lain dengan sukarela dan mampu menghilangkan hawa nafsu". Dua patung
raksasa Dwarapala yang terdapat di samping gerbang, yang satu, Balabuta,
menggambarkan kejahatan dan yang lain, Cinkarabala, menggambarkan
kebaikan. Hal ini berarti "Anda harus dapat membedakan, mana yang baik dan
mana yang jahat".
I.1.4 MUSEUM
DIRGANTARA
Setelah dari keraton kami menuju ke museum dirgantara,kami tiba di museum
tersebut sekitar pukul 11.30.disana kami belajar dan mengenali pengetahuan
tentang dunia perkapalan.kami juga melaksanakan shalat dzuhur disana dan diberi
waktu untuk bersenang-senang sekitaar 1,5 jam.
Sejarah museum dirgantara
Museum dirgantara adalah salah
satu museum yang bersejarah di Indonesia.dalam museum tersebut banyak menyimpan
berbagai macam pesawat yang dulu digunakan oleh orang-orng tertentu,seperti
tentara,pejabat-pejabat negara dan lainnya.dalam museum ini juga terdapat
miniatur yang dibuat untuk mempermudahkan para pengunjung dalam memahami
peristiwa-peistiwa yang dulu pernah terjadi pada para TNI,tentara yang
melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat-pesawat yang ada dalam museum
tersebut,ada juga miniatur tentang perundingan tentang perjanjian-perjanjian
yang dilakukan oleh para pelindung negara(TNI,tentara,dll) yang bertujuan untuk
mempertahankan NKRI.disana juga terdapat beberapa bangkai pesawat yang
mengalami kecelakaan yang sangat parah,hingga menybaabkan kerusakan yang
fatal,seperti bagian kepala dan badan pesawat terbelah menjadi dua karena
peperangan,serta juga terdapat miniatur satelit-satelit yang ada di bumi dan
pergerakan bumi,matahari
dan bulan.jadi dalam museum tersebut sangatlah banyak manfaat yag dapat
diambil untuk para pengunjung terutama siswa sekolah,karena dapat mengetahui
sejarah dari perjuangan pahlawan dulu dalam mempertahankan bangsa.
I.1.5 HS
SILVER ( Kerajinan Perak )
Setelah dari museum dirgantara kami melanjutkan perjalanan menuju ke perusahaan
(pengusaha) perak/hs silver yang ada di yogyakarta.disana kami diajari untuk
membuat,menjual dan cara pemasaran perak-perak tersebut.kami tiba disana
sekitar pukul 14.00.
Sejarah HS silver
Hs silver merupakan salah satu perusahaan perak di yogyakarta.awal
mulanya perusahaan ini merupakan sebuah industri kecil yang dijalankan oleh
beberapa orang saja,akan tetapi karena keistiqamahan mereka dalam menjalankan
perusahaan tersebut sehingga menjadi salah satu perusahaan besar di
yogyakarta.produk dari perusahaan ini dipasarkan melalui beberapa jalan.dalam
perusahaan tersebut juga terdapat sebuah toko yang isinya terdapat beberapa
hasil produk perusahaan tersebut yang diperjual belikan.bentuk dari hasil
produk tersebut bermacam-macam,mulai dari accesoris wanita
(kalung,gelang,cincin,anting-anting,binggel,bros,dll) daan beberapa
bentuk khas kota
yogyakarta(borobudur,lambang kerajaan,kereta kencana,dll) adapun bentuk kreasi
yaang lain seperti perahu,hewan,dan kreasi-kreasi yang lain
I.1.6
BERBELANJA DI PASAR PRAMBANAN
Setelah benimba ilmu di perusahaan hs silver,kami melanjutkan perjalanan
menuju Candi Prambanan.awalnya kami berangkat dengan senag hati karena akan
segera menikmati keindahan candi prambanan.kami tiba disana sekitaran pukul
15.30.akan tetapi ternyata kami hanya mampir di pasarnya candi prambanan dan
tidak memasuki arena candi prambanan,setelah mendengar berita tersebut serasa
semangat kami sedikit luntur.
tetapi karena alasan yang diberikan oleh para gurupembimbing bahwa,kita
hanya berbelanja saja di pasar prambanan dikarenakan waktu yang sudah semakin
mepet,karena seentar lagi kita akan melanjutkan perjalanan menuju Jombang yaitu
ziarah makam Gus Dur.setelah mendengar alasan itu kami sedikit mengerti dan
mencoba ceria seperti semula.
I.1.7 ZIARAH
MAKAM GUS DUR JOMBANG
Setelah melakukan perjalanan yang relatif lama,yaitu sekitar kurang lebih
11 jam akhirnya kami sampai di Makam Gus Dur,yaitu sekitar jam 03.00.sayangnya
kita semua telat untuk berkunjung ke makam gus dur,karena pada waktu tersebut
makam gus dur telah tutup,kami pun sangat merasa kecewa,khususnya pada bidang
jurusan kami,karena jurusan kami adalah jurusan agama yang memang dari awal
menginginkan berziarah dan sekaligus study di sana.Oleh salah satu penjaga
jalan makam tersebut menyarankan pada kita untuk menunggu sampai besok untuk
melakukan ziarah,karena tempat tersebut buka pada jam 06.00 pagi.tapi karena
pagi harinya kami harus segera datang ke UIN Malang untuk melakukan study jadi
kebijakan para guru pembimbing adalah melanjutkan perjalanan untuk menuju UIN
Malang,karena perjanjian study tersebut tidak mungkin di batalkan.kami pun
menyetujuinya dengan perasaan yang sedikit kecewa.
untungnya kepala sekolah kami mempunyai kebijakan yaitu mengajak kami
semua untuk melakuakan tahlilan bersama di depan pintu gerbang PONPES TEBU
IRENG Putra Jombang.dengan perasaan yang masih diliputi kekecewaan kami
mengikuti kebijakan kepala sekolah tersebut.subkhanallah merupakan sebuah
rahmat allah,dengan lantaran tahlil tersebut rasa kekecewaan kami
perlahan-lahan menghilang,kami pun merasa agak baikan.setelah itu kami kembali
ke bus untuk melakukan perjalanan menuju Malang.
I.1.8 UIN
MALANG
Setelah melakukan sarapan pagi kami pun melanjutkan perjalanan menuju UIN
Malang,dan tiba disana sekitar pukul 08.00 WIB, Dengan bekal semangat
dan perasaan gembira rombongan kami turun dari Bus dan mulai menginjakkan kaki
di tanah Universitas ini, dengan memakai seragam almamater sekolah tercinta
kami.Sesampainya kami di depan halaman kampus, kami tidak langsung masuk
melainkan berfoto-foto ria terlebih dahulu di depan gedung Auditorium UIN
Malang. Setelah lama berfoto-foto ria, kami di giring memasuki halaman
lebih ke dalam lagi, halaman yang sangat-sangat luas sekali sehingga dengan
hanya berjalan kaki pun akan terasa lelah. Kami di giring memasuki sebuah
gedung yang cukup luas, di dalam gedung tersebut kami di sambut oleh 2 orang Wakil Dekan Fakultas UIN serta beberapa Perwakilan Mahasiswa. Kami di
persilahkan duduk dan di depan kami terpampang layar LCD Proyektor.
Selama
di dalam ruangan kami di perkenalkan dengan para Pengurus Fakultas dan di susul
dengan pengenalan seputar UIN Malang.
Sejarah UIN Malang
Universitas Islam Negeri (UIN) Malang berdiri
berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 tanggal 21 Juni 2004. Bermula dari
gagasan para tokoh Jawa Timur untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi Islam
di bawah Departemen Agama, dibentuklah Panitia Pendirian IAIN Cabang Surabaya
melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 17 Tahun 1961 yang bertugas untuk
mendirikan Fakultas Syariah yang berkedudukan di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah
yang berkedudukan di Malang. Keduanya merupakan fakultas cabang IAIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta dan diresmikan secara bersamaan oleh Menteri Agama pada 28
Oktober 1961. Pada 1 Oktober 1964 didirikan juga Fakultas Ushuluddin yang
berkedudukan di Kediri melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 66/1964.
Dalam perkembangannya, ketiga fakultas cabang
tersebut digabung dan secara struktural berada di bawah naungan Institut Agama
Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Agama No. 20 tahun 1965. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah Malang
merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Ampel. Melalui Keputusan Presiden No. 11
Tahun 1997, pada pertengahan 1997 Fakultas Tarbiyah Malang IAIN Sunan Ampel
beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang
bersamaan dengan perubahan status kelembagaan semua fakultas cabang di
lingkungan IAIN se-Indonesia yang berjumlah 33 buah. Dengan demikian, sejak
saat itu pula STAIN Malang merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam otonom
yang lepas dari IAIN Sunan Ampel.
Di dalam rencana strategis pengembangannya
sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Pengembangan STAIN Malang Sepuluh
Tahun ke Depan (1998/1999-2008/2009), pada paruh kedua waktu periode
pengembangannya STAIN Malang mencanangkan mengubah status kelembagaannya
menjadi universitas. Melalui upaya yang sungguh-sungguh dan bertanggungjawab
usulan menjadi universitas disetujui Presiden melalui Surat Keputusan Presiden
RI No. 50, tanggal 21 Juni 2004 dan diresmikan oleh Menko Kesra ad Interim
Prof. H.A. Malik Fadjar, M.Sc bersama Menteri Agama Prof. Dr. H. Said Agil
Husin Munawwar, M.A. atas nama Presiden pada 8 Oktober 2004 dengan nama
Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dengan tugas utamanya adalah
menyelenggarakan program pendidikan tinggi bidang ilmu agama Islam dan bidang
ilmu umum. Dengan demikian, 21 Juni 2004 merupakan hari jadi Universitas ini.
Sempat bernama Universitas Islam
Indonesia-Sudan (UIIS) sebagai implementasi kerjasama antara pemerintah
Indonesia dan Sudan dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI H. Hamzah Haz pada 21
Juli 2002 yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Sudan serta para
pejabat tinggi pemerintah Sudan, secara spesifik akademik, Universitas ini
mengembangkan ilmu pengetahuan tidak saja bersumber dari metode-metode ilmiah
melalui penalaran logis seperti observasi dan eksperimentasi, tetapi juga
bersumber dari al-Qur’an dan Hadits yang selanjutnya disebut paradigma
integrasi. Oleh karena itu, posisi al-Qur’an, Hadits menjadi sangat sentral
dalam kerangka integrasi keilmuan tersebut.Ciri khusus lain Universitas ini
sebagai implikasi dari model pengembangan keilmuannya adalah keharusan seluruh
bagi anggota sivitas akademika menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Melalui bahasa Arab, diharapkan mereka mampu melakukan kajian Islam melalui
sumber aslinya yaitu al-Qur’an dan Hadis dan melalui bahasa Inggris mereka
diharapkan mampu mengkaji ilmu-ilmu umum dan modern, selain sebagai piranti
komunikasi global. Karena itu pula, Universitas ini disebut bilingual
university. Untuk mencapai maksud tersebut, dikembangkan ma’had atau pesantren
kampus di mana seluruh mahasiswa tahun pertama harus tinggal di ma’had. Karena
itu, pendidikan di Universitas ini merupakan sintesis antara tradisi
universitas dan ma’had atau pesantren.
BAB II
I.2 KESIMPULAN
Kota
Yogyakarta adalah kota yang memiliki banyak tempat-tempat yang bersejarah
seperti keraton Yogyakarta dan candi Borobudur dan lain-lain, di kota ini juga terdapat tempat pembuatan kerajinan yang sangat populer dan
di kota yang sering di sebut kota gudeg ini terdapat pasar yang sangan luas
yaitu malioboro mall.begitupun dengan kota Malang,merupakan kota yang sangat
berpendidikan,karena merupakan kota yang penuh dengan pendidikan,contohnya
seperti UIN Malang,dan lain-lain.
II.1 Daftar Pustaka
1. Penelitian dan pembelajaran
yang dilakukan oleh para siswa-siswi MAN Pesanggaran
2. dari berbagai buku yang dijual
di berbagai wisata,seperti ; Borobudur,keraton,UIN Malang,dan lain-lain.
3. www.google.com/http:ask.com
II.2 Lampiran-lampiran
Foto latar belakang borobudur FOTO
LATAR BELAKANG KRATON
FOTO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar