Selasa, 03 Februari 2015

laporan stady tour




YOGYAKARTA DAN MALANG



Oleh:
LAILATUL ROHMAH
FATMA NURAINI
ANIK MUKAROMAH
INDRI NURHASANAH

XI-IPA

MADRASAH ALIYAH NEGRI PESANGGARAN
JL.H.ICHSAN PO BOX 237  KESILIR SILIRAGUNG
KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah, rasa syukur kami ucapkan kepada Allah SWT, karena atas limpahan berkah dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan karya tulis kami dengan judul “Laporan Study Tour di Yogyakarta”. Penulisan karya tulis hasil study tour  kami ini, adalah sebagai bukti atas kegiatan belajar kami di Surabaya dan Yogyakarta. Sebagai salah satu syarat kami untuk syarat penerimaan rapot kelas XI. Dalam kegiatan study tour  ini, ada beberapa tempat sasaran yang kitadatangi. Tempat-tempat tersebut antara lain :UIN MALANG(Universitas islam negeri maulana malik ibrahim Malang),Candi Borobudur,Candi Prambanan,Mallioboro,Keraton Ngayogyakarta,Musium Dirgantara,Ziarah Makam Gusdur,Ansors Silver,Pasar besar Malang.
            Kami menggali informasi dan mengumpulkan data-data untuk karyatulis kami ini melalui penjelasan dari narasumber, melalui dokumen yang telah disiapkan dan ditunjukkan/diberikan kepada kami, yang masih dalam bentuk software.
            Kami ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak  yang telah membantu kami, mulai dari awal sebelum kegiatan kami berlangsung, hingga kami pulang kembali kerumah dalam keadaan sehat. Pihak-pihak tersebut antara lain:
1. kepala MAN Pesanggaran kami, yakni Bapak Saeroji yang telah mendukung kegiatan kami dari awal hingga akhir,
2. panitia, yang telah mengatur jalannya kegiatan kami hingga berakhir dengan sukses,
3. Bapak dan Ibu guru, yang telah mendampingi sekaligus turut menjaga kondisi fisik kami, sehingga kami dapat pulang dalam keadaan sehat,
Dengan adanya karya tulis ini, kami berharap supaya ada manfaat  yang dapat diambil dan dipetik oleh pembaca, dan terpenuhinya salah satu syarat untukpenerimaan rapot kelas XI.ipa 1

Siliragung, 27 November 2014


                                                                                                            Penulis

DAFTAR ISI
I Halaman judul......................................................................................................
II Lembar pengesahan.........................................................................................
II Kata pengantar.................................................................................................
Daftar isi.................................................................................................................
Daftar tabel dan gambar......................................................................................
BAB I
         1.1 Pendahuluan............................................................................................................
1.1Latar Belakang...................................................................
1.2Perumusan Masalah...........................................................
1.3Manfaat Penulisan..............................................................
BAB I I
          2.1 Pembahasan
2.1 Candi Borobudur........................................................................
2.2 Malioboro mall...........................................................................
2.3 Keraton Yogyakarta.................................................................
2.4 Museum Dirgantara..................................................................
2.5 HS Silver.....................................................................................
2.6 Berbelanja di Pasar Candi Prambanan..................................
2.7 Ziarah Makam Gus Dur ..........................................................
2.8 UIN Malang................................................................................
2.2 Kesimpulan
2.3 Saran
BAB III
3.1 Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………
3.2 Lampiran-lampiran…………………………………………………………………………………………

BAB I
1.1 Pendahuluan
1.1          latar belakang
Kegiatan study tour bukanlah hanya sebuah Rekreasi semata melainkan sebuah perjalanan yang di lakukan dengan tujuan untuk pengajaran terhadap siswa-siswa agar memperoleh suatu ilmu yang sebelumnya belum di daperoleh para siswa dan nantinya akan bermanfaat.
Yogyakarta adalah tempat yang tepat sebagai sarana kunjungan untuk study tour, karena di kota gudeg ini banyak tempat-tempat bersejarah dan juga kebudayaan tradisi yang masih sangat kental, sehingga siswa akan dapat belajar banyak hal di kotaini.
Dalam kaitannya dengan kegiatan ini, siswa di harapkan dapat tanggap dengan objek-objek yang di amati selama study tour berlangsung dengan tujuan agar mempermudah siswa dalam menulis laporan kegiatan study tour.
Dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, tempat kerajinan, dan sebuah Universitas di Surabaya, kami memperoleh suatu pengalaman dan pengetahuan baru yang semoga nantinya akan memberikan dampak positif bagi kami semua. Amin...
1.2          Tujuan Penulisan

1.2.1      Tujuan umum
Ø  mengetahui lebih banyak tentang kota Yogyakarta dan untuk syarat penerimaan rapot kelas XI.
1.2.2     Tujuan khusus
Ø  agar siswa dapat mengetahui kampus UIN dan sejarahnya,fakultas-fakultas dan lain-lain
Ø  agar siswa mengetahui letak pasar malioboro
Ø  agar siswa mengetahui tentang pembuatan kerajinan silver(perak) dan bagaimana cara pemasarannya.
Ø  agar siswa mengenal sejarah candi Borobudur.
Ø  agar siswa dapat mengetahui sejarah candi prambanan dan mengetahui letak pasar yang ada di dalamnya.
Ø  agar siswa dapat tergugah semangat kerohaniannya dalam berziarah ke makam gus dur
Ø  agar siswa dapat mengetahui sejarah pesawat yang ada di Indonesia
Ø  agar siswa dapat mengetahui letak dan sejarah keraton Yogyakarta
Ø  agar siswa dapat mengetahui letak pasar besar Malang
Ø   
1.3          ManfaatPenulisan

Ø  Siswa mengetahui sejarah kampus UIN, falkutas-falkutas dan lain-lain
Ø  Siswa mengetahui letak pasar malioboro
Ø  Siswa mengetahui tentang cara membuat kerajinan dari silver
Ø  Siswa mengenal sejarah candi Borobudur.
Ø  siswa mengenal sejarah candi Prambanan
Ø  siswa dapat memiliki jiwa kerohanian yang kuat
Ø  siswa mengetahui sejarah pesawat yang ada di Indonesia
Ø  siswa mengetahui sejarah dan letak keraton Yogyakarta



















LEMBAR PENGESAHAN


Laporan ini telah disetujui pada:

Hari           :........................................
Tanggal      :........................................













                                              


 Siragung,   januari 2015

Mengetahui
Kepala MAN pesanggaran                                    Wali kelas




Drs. H. Saeroji M.Pd.I, M.AG                             Fhrurrozi, SS




BAB II
 2.1 Pembahasan       
       
  

I..1 CANDI BOROBUDUR


       Kami mulai melakukan perjalanan study tour yaitu pada jam 13.00.dan tujuan utama kami adalah candi Borobudur,dalam semalaman kami hanya melakukan aktivitas berupa tidur dan pagi harinya kami langsung meluncur menuju Yogyakarta,dan langsung menuju ke Borobudur.kami sampai disana pada pukul 12.00 pada hari kedua.disana kami menikmati pemandangan yang ada dan berbelanja sepuasnya didalamnya.kami merasa sangat senang sekali.
Sejarah Candi Borobudur
Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.[5] Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam.Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.



I.1.2 MALLIOBORO MALL
                             

   Setelah dari Borobudur,kami melanjutkan perjalanan menuju Mallioboro mall sekitar pukul 17.58.Guru pembimbing memberikan waktu kepada kami sekitaran 2 jam untuk berbelanja.sayangnya ketika masih berbelanja dalam kurun waktu 1,5 jam,guru-guru menyuruh kami untuk kembali,karena waktu sudah malam dan kebetulan gerimis turun.dengan perasaan agak sedikit puas kami kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan menuju Hotel Amartha,untuk menginap semalam.
Sejarah Mallioboro Mall
                      

    Berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti karangan bunga, Malioboro menjadi kembang yang pesonanya mampu menarik wisatawan. Tak hanya sarat kisah dan kenangan, Malioboro juga menjadi surga cinderamata di jantung Kota Jogja.dalam mallioboro kita dapat memanjakan diri untuk berbelanja dan menikmati indahnya malam hari dengan melihat berbagai pertunjukan yang ada di sana.banyak sekali orang-orang yang menggantungkan nafkahnya di sana,mulai dari pekerjaan berjualan(,alroji,baju,batu akik,jasa peramal,makanan,dll),pertunjukan,dan lain-lain.
I.1.3 KERATON NGAYOGYAKARTA
                         
   Setelah semalam menginap di hotel,pagi-pagi sekali kami melanjutkan perjalanan menuju ke Keraton Ngayogyakarta.kami berangkat dengan keadaan yang masih fress,kami tiba disana sekitar pukul 09.00.seperti biasanya kami diberikan waktu sekitar 2,5 jam untuk belajar tentang sejarah keraton dan berbelanja di daerah sekitarnya.dan setelah waktu berakhir kami pun langsung beranjak menuju bus untuk melakukan perjalanan.
Sejarah keraton Ngayogyakarta
Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri..
Dahulu bagian utama istana, dari utara keselatan, dimulai dari Gapura Gladhag di utara sampai di Plengkung Nirboyo di selatan. Bagian-bagian utama keraton Yogyakarta dari utara ke selatan adalah: Gapura Gladag-Pangurakan; Kompleks Alun-alun Ler (Lapangan Utara) dan Mesjid Gedhe (Masjid Raya Kerajaan); Kompleks Pagelaran, Kompleks Siti Hinggil Ler, Kompleks Kamandhungan Ler; Kompleks Sri Manganti; Kompleks Kedhaton; Kompleks Kamagangan; Kompleks Kamandhungan Kidul; Kompleks Siti Hinggil Kidul (sekarang disebut Sasana Hinggil); serta Alun-alun Kidul (Lapangan Selatan) dan Plengkung Nirbaya yang biasa disebut Plengkung Gadhing.
Bagian-bagian sebelah utara Kedhaton dengan sebelah selatannya boleh dikatakan simetris. Sebagian besar bagunan di utara Kompleks Kedhaton menghadap arah utara dan di sebelah selatan Kompleks Kedhaton menghadap ke selatan. Di daerah Kedhaton sendiri bangunan kebanyakan menghadap timur atau barat. Namun demikian ada bangunan yang menghadap ke arah yang lain.
Permukaan atap joglo berupa trapesium. Bahannya terbuat dari sirap, genting tanah, maupun seng dan biasanya berwarna merah atau kelabu. Atap tersebut ditopang oleh tiang utama yang di sebut dengan Soko Guru yang berada di tengah bangunan, serta tiang-tiang lainnya. Tiang-tiang bangunan biasanya berwarna hijau gelap atau hitam dengan ornamen berwarna kuning, hijau muda, merah, dan emas maupun yang lain. Untuk bagian bangunan lainnya yang terbuat dari kayu memiliki warna senada dengan warna pada tiang. Pada bangunan tertentu (misal Manguntur Tangkil) memiliki ornamen Putri Mirong, stilasi dari kaligrafi Allah, Muhammad, dan Alif Lam Mim Ra, di tengah tiangnya.
Pada zamannya kereta kuda merupakan alat transportasi penting bagi masyarakat tak terkecuali Keraton Yogyakarta. Keraton Yogyakarta memiliki bermacam kereta kuda mulai dari kereta untuk bersantai dalam acara non formal sampai kereta kebesaran yang digunakan secara resmi oleh raja.
Beberapa pusaka, khususnya keris, juga digunakan sebagai penanda/simbol jabatan orang yang memakainya.
Keraton Yogyakarta atau dalam bahasa aslinya Karaton Kasultanan Ngayogyakarta merupakan tempat tinggal resmi para Sultan yang bertahta di Kesultanan Yogyakarta. Karaton artinya tempat dimana "Ratu" (bahasa Jawa yang dalam bahasa Indonesia berarti Raja) bersemayam. Dalam kata lain Keraton/Karaton (bentuk singkat dari Ke-ratu-an/Ka-ratu-an) merupakan tempat kediaman resmi/Istana para Raja. Artinya yang sama juga ditunjukkan dengan kata Kedaton. Kata Kedaton (bentuk singkat dari Ke-datu-an/Ka-datu-an) berasal dari kata "Datu" yang dalam bahasa Indonesia berarti Raja.
Tugu golong gilig (tugu Yogyakarta) yang menjadi batas utara kota tua menjadi simbol "manunggaling kawulo gusti" bersatunya antara raja (golong) dan rakyat (gilig). Simbol ini juga dapat dilihat dari segi mistis yaitu persatuan antara khalik (Sang Pencipta) dan makhluk (ciptaan). Sri Manganti berarti Raja sedang menanti atau menanti sang Raja.
Pintu Gerbang Donopratopo berarti "seseorang yang baik selalu memberikan kepada orang lain dengan sukarela dan mampu menghilangkan hawa nafsu". Dua patung raksasa Dwarapala yang terdapat di samping gerbang, yang satu, Balabuta, menggambarkan kejahatan dan yang lain, Cinkarabala, menggambarkan kebaikan. Hal ini berarti "Anda harus dapat membedakan, mana yang baik dan mana yang jahat".

I.1.4 MUSEUM DIRGANTARA





   Setelah dari keraton kami menuju ke museum dirgantara,kami tiba di museum tersebut sekitar pukul 11.30.disana kami belajar dan mengenali pengetahuan tentang dunia perkapalan.kami juga melaksanakan shalat dzuhur disana dan diberi waktu untuk bersenang-senang sekitaar 1,5 jam.
Sejarah museum dirgantara
    Museum dirgantara adalah salah satu museum yang bersejarah di Indonesia.dalam museum tersebut banyak menyimpan berbagai macam pesawat yang dulu digunakan oleh orang-orng tertentu,seperti tentara,pejabat-pejabat negara dan lainnya.dalam museum ini juga terdapat miniatur yang dibuat untuk mempermudahkan para pengunjung dalam memahami peristiwa-peistiwa yang dulu pernah terjadi pada para TNI,tentara yang melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat-pesawat yang ada dalam museum tersebut,ada juga miniatur tentang perundingan tentang perjanjian-perjanjian yang dilakukan oleh para pelindung negara(TNI,tentara,dll) yang bertujuan untuk mempertahankan NKRI.disana juga terdapat beberapa bangkai pesawat yang mengalami kecelakaan yang sangat parah,hingga menybaabkan kerusakan yang fatal,seperti bagian kepala dan badan pesawat terbelah menjadi dua karena peperangan,serta juga terdapat miniatur satelit-satelit yang ada di bumi dan pergerakan bumi,matahari
       

dan bulan.jadi dalam museum tersebut sangatlah banyak manfaat yag dapat diambil untuk para pengunjung terutama siswa sekolah,karena dapat mengetahui sejarah dari perjuangan pahlawan dulu dalam mempertahankan bangsa.
I.1.5 HS SILVER ( Kerajinan Perak )

   Setelah dari museum dirgantara kami melanjutkan perjalanan menuju ke perusahaan (pengusaha) perak/hs silver yang ada di yogyakarta.disana kami diajari untuk membuat,menjual dan cara pemasaran perak-perak tersebut.kami tiba disana sekitar pukul 14.00.
Sejarah HS silver
   Hs silver merupakan salah satu perusahaan perak di yogyakarta.awal mulanya perusahaan ini merupakan sebuah industri kecil yang dijalankan oleh beberapa orang saja,akan tetapi karena keistiqamahan mereka dalam menjalankan perusahaan tersebut sehingga menjadi salah satu perusahaan besar di yogyakarta.produk dari perusahaan ini dipasarkan melalui beberapa jalan.dalam perusahaan tersebut juga terdapat sebuah toko yang isinya terdapat beberapa hasil produk perusahaan tersebut yang diperjual belikan.bentuk dari hasil produk tersebut bermacam-macam,mulai dari accesoris wanita
                                          
(kalung,gelang,cincin,anting-anting,binggel,bros,dll) daan beberapa bentuk khas      kota yogyakarta(borobudur,lambang kerajaan,kereta kencana,dll) adapun bentuk kreasi yaang lain seperti perahu,hewan,dan kreasi-kreasi yang lain
                                     


I.1.6 BERBELANJA DI PASAR PRAMBANAN
                    
               
Setelah benimba ilmu di perusahaan hs silver,kami melanjutkan perjalanan menuju Candi Prambanan.awalnya kami berangkat dengan senag hati karena akan segera menikmati keindahan candi prambanan.kami tiba disana sekitaran pukul 15.30.akan tetapi ternyata kami hanya mampir di pasarnya candi prambanan dan tidak memasuki arena candi prambanan,setelah mendengar berita tersebut serasa semangat kami sedikit luntur.
                                     
tetapi karena alasan yang diberikan oleh para gurupembimbing bahwa,kita hanya berbelanja saja di pasar prambanan dikarenakan waktu yang sudah semakin mepet,karena seentar lagi kita akan melanjutkan perjalanan menuju Jombang yaitu ziarah makam Gus Dur.setelah mendengar alasan itu kami sedikit mengerti dan mencoba ceria seperti semula.
I.1.7 ZIARAH MAKAM GUS DUR JOMBANG
   Setelah melakukan perjalanan yang relatif lama,yaitu sekitar kurang lebih 11 jam akhirnya kami sampai di Makam Gus Dur,yaitu sekitar jam 03.00.sayangnya kita semua telat untuk berkunjung ke makam gus dur,karena pada waktu tersebut makam gus dur telah tutup,kami pun sangat merasa kecewa,khususnya pada bidang jurusan kami,karena jurusan kami adalah jurusan agama yang memang dari awal menginginkan berziarah dan sekaligus study di sana.Oleh salah satu penjaga jalan makam tersebut menyarankan pada kita untuk menunggu sampai besok untuk melakukan ziarah,karena tempat tersebut buka pada jam 06.00 pagi.tapi karena pagi harinya kami harus segera datang ke UIN Malang untuk melakukan study jadi kebijakan para guru pembimbing adalah melanjutkan perjalanan untuk menuju UIN Malang,karena perjanjian study tersebut tidak mungkin di batalkan.kami pun menyetujuinya dengan perasaan yang sedikit kecewa.

untungnya kepala sekolah kami mempunyai kebijakan yaitu mengajak kami semua untuk melakuakan tahlilan bersama di depan pintu gerbang PONPES TEBU IRENG Putra Jombang.dengan perasaan yang masih diliputi kekecewaan kami mengikuti kebijakan kepala sekolah tersebut.subkhanallah merupakan sebuah rahmat allah,dengan lantaran tahlil tersebut rasa kekecewaan kami perlahan-lahan menghilang,kami pun merasa agak baikan.setelah itu kami kembali ke bus untuk melakukan perjalanan menuju Malang.
I.1.8 UIN MALANG






   Setelah melakukan sarapan pagi kami pun melanjutkan perjalanan menuju UIN Malang,dan tiba disana sekitar pukul 08.00 WIB, Dengan bekal semangat dan perasaan gembira rombongan kami turun dari Bus dan mulai menginjakkan kaki di tanah Universitas ini, dengan memakai seragam almamater sekolah tercinta kami.Sesampainya kami di depan halaman kampus, kami tidak langsung masuk melainkan berfoto-foto ria terlebih dahulu di depan gedung Auditorium UIN Malang. Setelah lama berfoto-foto ria, kami di giring memasuki halaman lebih ke dalam lagi, halaman yang sangat-sangat luas sekali sehingga dengan hanya berjalan kaki pun akan terasa lelah. Kami di giring memasuki sebuah gedung yang cukup luas, di dalam gedung tersebut kami di sambut oleh 2 orang Wakil Dekan Fakultas UIN serta beberapa Perwakilan Mahasiswa. Kami di persilahkan duduk dan di depan kami terpampang layar LCD Proyektor.
Selama di dalam ruangan kami di perkenalkan dengan para Pengurus Fakultas dan di susul dengan pengenalan seputar UIN Malang.

Sejarah UIN Malang
Universitas Islam Negeri (UIN) Malang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 tanggal 21 Juni 2004. Bermula dari gagasan para tokoh Jawa Timur untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi Islam di bawah Departemen Agama, dibentuklah Panitia Pendirian IAIN Cabang Surabaya melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 17 Tahun 1961 yang bertugas untuk mendirikan Fakultas Syariah yang berkedudukan di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah yang berkedudukan di Malang. Keduanya merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan diresmikan secara bersamaan oleh Menteri Agama pada 28 Oktober 1961. Pada 1 Oktober 1964 didirikan juga Fakultas Ushuluddin yang berkedudukan di Kediri melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 66/1964.
Dalam perkembangannya, ketiga fakultas cabang tersebut digabung dan secara struktural berada di bawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 20 tahun 1965. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah Malang merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Ampel. Melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997, pada pertengahan 1997 Fakultas Tarbiyah Malang IAIN Sunan Ampel beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang bersamaan dengan perubahan status kelembagaan semua fakultas cabang di lingkungan IAIN se-Indonesia yang berjumlah 33 buah. Dengan demikian, sejak saat itu pula STAIN Malang merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam otonom yang lepas dari IAIN Sunan Ampel.
Di dalam rencana strategis pengembangannya sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Pengembangan STAIN Malang Sepuluh Tahun ke Depan (1998/1999-2008/2009), pada paruh kedua waktu periode pengembangannya STAIN Malang mencanangkan mengubah status kelembagaannya menjadi universitas. Melalui upaya yang sungguh-sungguh dan bertanggungjawab usulan menjadi universitas disetujui Presiden melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 50, tanggal 21 Juni 2004 dan diresmikan oleh Menko Kesra ad Interim Prof. H.A. Malik Fadjar, M.Sc bersama Menteri Agama Prof. Dr. H. Said Agil Husin Munawwar, M.A. atas nama Presiden pada 8 Oktober 2004 dengan nama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dengan tugas utamanya adalah menyelenggarakan program pendidikan tinggi bidang ilmu agama Islam dan bidang ilmu umum. Dengan demikian, 21 Juni 2004 merupakan hari jadi Universitas ini.
Sempat bernama Universitas Islam Indonesia-Sudan (UIIS) sebagai implementasi kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Sudan dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI H. Hamzah Haz pada 21 Juli 2002 yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Sudan serta para pejabat tinggi pemerintah Sudan, secara spesifik akademik, Universitas ini mengembangkan ilmu pengetahuan tidak saja bersumber dari metode-metode ilmiah melalui penalaran logis seperti observasi dan eksperimentasi, tetapi juga bersumber dari al-Qur’an dan Hadits yang selanjutnya disebut paradigma integrasi. Oleh karena itu, posisi al-Qur’an, Hadits menjadi sangat sentral dalam kerangka integrasi keilmuan tersebut.Ciri khusus lain Universitas ini sebagai implikasi dari model pengembangan keilmuannya adalah keharusan seluruh bagi anggota sivitas akademika menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Melalui bahasa Arab, diharapkan mereka mampu melakukan kajian Islam melalui sumber aslinya yaitu al-Qur’an dan Hadis dan melalui bahasa Inggris mereka diharapkan mampu mengkaji ilmu-ilmu umum dan modern, selain sebagai piranti komunikasi global. Karena itu pula, Universitas ini disebut bilingual university. Untuk mencapai maksud terse­but, dikembangkan ma’had atau pesantren kampus di mana seluruh mahasiswa tahun pertama harus tinggal di ma’had. Karena itu, pendidikan di Universitas ini merupakan sintesis antara tradisi universitas dan ma’had atau pesantren.











BAB II
I.2 KESIMPULAN
   Kota Yogyakarta adalah kota yang memiliki banyak tempat-tempat yang bersejarah seperti keraton Yogyakarta dan candi Borobudur dan lain-lain,  di kota ini juga terdapat tempat  pembuatan kerajinan yang sangat populer dan di kota yang sering di sebut kota gudeg ini terdapat pasar yang sangan luas yaitu malioboro mall.begitupun dengan kota Malang,merupakan kota yang sangat berpendidikan,karena merupakan kota yang penuh dengan pendidikan,contohnya seperti UIN Malang,dan lain-lain.

  













   II.1 Daftar Pustaka
1.  Penelitian dan pembelajaran yang dilakukan oleh para siswa-siswi        MAN Pesanggaran
2.  dari berbagai buku yang dijual di berbagai wisata,seperti ; Borobudur,keraton,UIN Malang,dan lain-lain.
3. www.google.com/http:ask.com
  
















II.2 Lampiran-lampiran

                             Foto latar belakang borobudur                                             FOTO LATAR BELAKANG KRATON
                      FOTO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar